Minggu, 08 Februari 2009

puisi-puisi ku

OCEANIFA


Ocean…ocean…ocean
Kata orang menakutkan, menyeramkan
Tapi ada juga yang berkata mendamaikan
Yah.. laut dengan ketenangannya
Mendamaikan jiwa

Tak kutemui kegaranggannya
Semua tenang
meski gamang
Buatku rasa senang

Aku ingin seperti laut dengan ombAknya
Yang tak patah arang
menerjang
Karena bukan orang sembarang
Yang akhirnya kan menang
Semua harus berjuang
Tuk raih bintang



Ahad,
19 Oktober 2008
Ciracas Jakarta Timur


ESTIN ENDAH PRATIWI






LAUTAN DALAM ANGAN

Entah apa yang kan ada di sana
Ku tak tahu pasti
Yang aku yakin
Pasti ku kan bahagia
Karena Tuhan selalu ada di mana pun
Ku berada

Semoga

Ciracas, Senin 20 Oktober 2008
Ciracas Jakarta Timur
















JAWABAN ANGAN


Kini kutahu jawabannya
Kapal nan elok dan agung
Ombak nan tenang
Terbentang
Sejauh mata memandang
Lautan lepas dan
Langit yang luas

Maha besar Allah
Yang menciptakan
Dan aku bersyukur
Dapat menikmati semua pesona-Nya
Bersama kekasih tercinta



Kamis, 31 Oktober 2008
Bintulu, Serawak, Malaysia
Estin









SENJA NAN MANJA


Baru sekali kulihat
Suasana senja
Yang memanja

Ku lihat guratan-guratan sinar horizon
Memerah di ujung sana
Sisa-sisa pancaran
Sang mentari
Yang mulai pergi
meninggalkan pandanganku

Di sebelah kiriku
Tampak masih kekuningan
Perlahan kupandang kekanan
Mulai keemasan dan memerah
Semburat-semburat warna yang mempesona

Ohh.. Lukisan Tuhan di Alam semesta
Tetap lebih indah
Tak ada yang dapat menandinginya
Meski pun ada pelukis tersohor
Tak kan dapat mencampur
Cat seindah warna Alam pada kanvas.

Subhanallah

Estin
Sabtu, 1 November 2008
17.55
South China Sea








SONGSONG DEWI MALAM


Kini senja hampir tinggalkan ku
Warna-warna mentari berlalu
Berganti warna kelabu
Atau apa aku tak tahu
Malam belum tampak
senja tlah campakkanku
sambut sang Malam
songsong rembulan
Sang dewi malam

Dewi malam kan dating dengan ke anggunannya
Malu-malu memberikan sinarnya
Membawa kesunyian
Dan kepekatan

Dan aku masih memandang
Hamparan gelap itu
Dari balik deck

mengantarkan Senja yang kian menjauhiku
namun dewi malam tampaknya
bersedia temaniku
aku memandangmu
tanpa ada yang menghalangi
pandanganku..


Estin
Sabtu, 1 November 2008
South China Sea
18.00







PETANG YANG TERLALUI


Tlah ku tinggalkan
Kawasan senja
Bersama Tenaga Tiga
Yang berlayar menuju Korea


Barusaja tampak olehku
Langit penuh warna
Keemasan
dan memerah

Kini
Kulihat awan mendung
Begitu hebat
Seakan ingin memuntahkan
Airnya di laut

Dari laut jatuh
Ke laut..


Estin

18.10’
South China Sea
1 November 2008








RAJUKAN GELOMBANG



Ombak di laut merajuk
Membawa buih-buih
Putih
Semakin banyak buih
Air semakain berGelombang
menerjang
bagaikan ikan-ikan
berlompatan
dan kapal berayun
ke kanan dan kekiri
aku ingin lihat
ribuan lumba-lumba di laut lepas
bukan hanya dari cerita
tapi dengan indra



estin,Laut China Selatan
12.00










KILAU MENTARI


Baru ku sadari
Laut yang terkena pancaran mentari
Siang tak kalah
Menawan
Berkilau keemasan
Terang benderang

Lampu ribuan watt
Tak kan kuat
Tandingi terangnya
Silaukan mata pemandangnya

Kulitpun rasa tersengat
Uhh, sungguh dasyat





15.30
5 November 2008
Laut China Selatan
Estin











MEGA NAN MEGAH


Sang mega berarak
Berputar
Bagai komedi putar
Atau aku yang berlayar
Ku tak tahu

Kurasakan semua menjauhiku
Kutatap lama-lama samar
Kemudian menghilang
Dari ujung ke ujung
Sang mega selalu menyertai
Berganti dengan mega–mega yang lain
Yang lebih megah
Dan indah



4 November , 2008
Laut china selatan
Estin
15.00







KEKUATAN GELOMBANG


Kapal membelah ombak
Bergulung-gulung
semerbak

Namun seketika itu
Kembali bersatu
Membentuk gelombang
Kencang

Sekejab terbelah
Lalu menyatu
Tak ada jejak Apa pun
ketika kita
tlah melaju jauh
di depannya


4 November 2008, 15:45
Estin













BERSELIMUT KABUT

Hari ini
Lautku berselimut kabut
Mentari pun sembunyi di balik kabut
Atau memang tertutup
Kabut yang amat pekat
Sehingga tak berpaut

Kabut membuatku takut
Ku tak berani memandang
Bahkan berniat keluar
Kabut membawa hawa dingin

Oh.. kabut
Engkau sangat lembut
Tapi dengan teman-temanmu
Engkau membawa kekuatan besar
Kapalku hingga tak tampak oleh mataku
Yang ku lihat hanya kawananmu
Sampai kapan kau akan berlalu
Kau masih saja menutupi pandanganku
Maukah kau jadi sahabatku
Panggilkan embum agar gantikanmu
Segera!!

Rabu, 5 November 2008
16.05
Estin









SUASANA DAN CITRA

Kutatap awang-awang
Serta gelombang yang berbuih
Belum nampak Sang bintang
Karena langit beum lagi datang
Sore pun datang terlambat
Bahkan tak terlihat
Suasana apakah ini?
Semua terhalang kabut
Nan pekat dan menyayat.


Hawa dingin menusuk kalbu
Buih-buih nampak malu
Walau kadang tersipu
Dan muncul di tempat-tempat tertentu
Seperti di kanan dan kiri kapalku
Maaf jika aku menerjangmu
Dan ganggu istirahatmu
Bangunkan buih-buihmu



Estin

MUPENG

MUPENG

....kicau burung bernyanyi...

(boong di Jakarta gak ada burung yg berkicau, adanya suara bising mesin2 berderu..hehe)



“Nggak ada yang ketinggalan, kan?”, Tanya Mbak Tari, kakak Iparku.

“ Insyaallah nggak mbak.”jawabku

“di cek lagi sebelum berangkat!”katanya mengingatkan

“Oke!” jawabku sambil naik ke lantai atas kamarku. Setelah melihat ke kanan kiri dan segala penjuru kamar kayaknya gak ada lagi yang harus dibawa deh. Barang yang masih di kamar memang banyak tapi memang sengaja ku tinggal. Kopernya dah penuh!!hehe..

“Gimana? Nggak ada yang ketinggalan kan?” suara suamiku yang tiba-tiba ikut naek dan mengaggetkan ku.

“Beres semua, ko!ayo berangkat.” Ajakku setelah ngecek kamar

“Yuk!” ajak Mas Iga

Di Indonesia lagi sumpah pemuda nech! Pasti di mana-mana lagi pada sibuk memperingati hari Soempah Pemoeda, karena para pemuda sangat berperan dalam kemerdekaan Negara kita tercinta!! Dan pada hari ini juga aku harus berangkat ke Kuala Lumpur, Negeti Jiran, Malaysia untuk nemenin suamiku. Suamiku minta aku ikut di kapal kali ini bukan tanpa alasan. Dia merasa jadi alien kalo pulang, cause di sana gak ada orang Indonesia! Otomatis hari-hari harus speak English or cakap Malaysia, yang meskipun dibilang satu rumpun kenyataannya tetap banyak perbedaan dengan Bahasa Indonesia(I Love Indonesia)! Atau karena kami yang berasal dari pulau Jawa pa ya? Coba kalau dari Padang or Minang mungkin hampir-hampir sama kali bahasanya! Apalagi aku dari Yogyakarta yang punya tingkatan bahasa lengkap dan njlimet disesuaikan kepada siapa kita bertutur. Demi perasaan cintaku yang sedalam lautan pada suamiku, Jadi terpaksa aku ikut juga! Eh gak terpaksa ding!! Sebenernya aku juga sih yang pengen ikut. Itung2 liburan (Padahal nggak musim liburan.hihi)!

Ini kali kedua aku ikut suamiku ke Negeri Jiran. Pertama waktu Honeymoon (nggak boleh diceritain hehe). Aku mau tahu bagaimana kerja suami di kapal. Soalnya banyak orang awam bilang punya suami pelaut harus hati-hati soalnya begini begitu, de el el deh omongan orang! Kebanyakan negatif! Makanya aku ikut juga mengemban misi penyelidikan kebenaran hal itu.( wah nyambi jadi detektif nech. xixi). Semoga mereka tidak benar, karena aku sangat percaya pada suamiku yang super baik dan bertanggung jawab (semoga selamanya begitu! amien)

Ehmm.. sekarang masih di bandara! Menunggu keberangkatan! Upps sapa tuh kok kayaknya pernah lihat?! O’o wah kebetulan nech aku ketemu ma beberapa artis Indonesia yang mau berangkat ke Malaysia juga. Mungkin mereka mau syuting or jumpa fans kali di KL. Lama juga nunggu boarding pass, jadi cuma ngelihatin (Cuma sesekali nengok aja lho,tar dibilang ndeso lagi.hehe) para artis ngobrol aj mereka ada di sebelahku tapi aku nggak nyapa sama sekali.

Pengen sich foto-foto bareng mereka, tapi suamiku ngelarang “malu-malu-in” katanya, so ya nggak jadi lah foto bareng Rendy Pangalila, Jupiter, n beberapa artis yang lain. Sayangnya nggak ada Adly Fairus! Coba kalo ada, pasti aku bela-belain malu buat foto ma dia..hehe..Oiya pas mau berangkat ada Si Asrhaf calon suami Bunga citra Lestari mungkin mau balik ke negaranya dunk nyiapin pernikahan..tampangnya boleh juga. Lebih cakep daripada di Teve!

Kami berangkat pukul 11.10 wib. Di Pesawat Malaysian Air nggak begitu banyak penumpang So boleh pindah tempat dimana aja karena sepi. Wah bias juga aku satu pesawat ma para artis nih..hehe..Eh ada artis cowok yang bolak-bali ke kamar mandi loh! duh artis ada yang beser juga yah..hihi Perjalanannya selama 1jam 55 menit, cuaca cerah, makanan n minuman very good coz yang penting ada nasi putih biasa yang mungkin akan jarang aku temui di luar Indonesia nanti. Makanan di Malaysia memang hampir sama seperti di Indonesia tapi menurutku tetap tidak sama! Tahun lalu juga pernah ke sana dan di sana rasa nasi putihnya seperti nasi uduk! Padahal kalo makan nasi uduk pagi hari aku bias sakit perut!! Enakan juga nasi liwet!!hehe! Aku juga harus siap-siap bawa obat sakit perut untuk menanggulangi gangguan perut karena banyak makanan yang pake kare di sana. Padahal aku sama sekali NGGAK SUKA MAKANAN DENGAN SANTAN OR BERLEMAK (kolestrol tinggi bow!).

Oke..pesawat telah landing tepat jam 13.55 waktu Malaysia, karena di Malaysia lebih cepat satu jam. Dan kami berpisah dengan para artis! Tentunya kami punya tujuan yang berbeda dunk!!

Alhamdulilah kami telah dijemput oleh Cik Djafar, driver dari perusahaan suamiku! Suamiku kerja di MISC, sebuah perusahaan transportasi laut di Malaysia! Ternyata kami diantar ke

The Legend Hotel bukan di green season hotel seperti kemaren! Tahu gak sih di bawah The Legend Hotel ada mall-nya! Asyik!! Gak usah naik monorel or KLR dunk buat belanja2!! Tinggal turun langsung nyampe mall. sipp deh!

Aku dan suamiku dapat kamar di lantai 19, dari sini aku bisa

melihat swimming pool dan Twin Tower atau menara kembar mascot of Malaysia, tapi sayangnya kameraku

ketingketinggalan di rumah, makanya belum bisa foto-foto. Adanya Cuma kamera handphone. Nanti lah beli kamera karena kebetulan di bawah hotel ada mall! yah sekalian jalan-jalan lah!!

Habis perjalanan rasanya cape banget, aku langsung pengen berendam.. setelah mandi and dinner kami langsung di mall kami langsung istirahat karena suamiku besok pagi harus ke kantor. Oke hari ini sampai disini dulu selamat tidur..Zzzz.zzz